Berikut adalah draf berita yang dikemas secara rapi, menarik, dan profesional berdasarkan informasi yang Anda berikan:
Sinode GPI Papua dan Yayasan Misi Penginjilan Pemuridan Papua Melaksanakan Kegiatan Lokakarya Penerjemahan Alkitab dalam Bahasa IHA
FAKFAK Rabu 27 Mei 2026 – Sinode Gereja Protestan Indonesia (GPI) di Papua bekerja sama dengan Yayasan Misi Penginjilan Pemuridan Papua (YMP3) resmi menggelar Lokakarya Penerjemahan Alkitab ke dalam Bahasa Iha yang melibatkan Klasis GPI Papua Fakfak dan Hiren Kokah. Kegiatan dijadwalkan berlangsung mulai tanggal 27 Mei hingga 16 Juni 2026, berpusat di wilayah Klasis GPI Papua Fakfak.
Dengan mengusung tema "Firman Yang Hidup dalam Bahasa Hati," lokakarya ini bertujuan untuk menghadirkan kebenaran Kitab Suci yang lebih dekat, kontekstual, dan menyentuh bagian terdalam dari kehidupan masyarakat suku Iha melalui bahasa ibu mereka.
Direktur YMP3, Pdt. Riana Sihombing, S.T., M.Th., dalam sambutanya menyampaikan apresiasi yang mendalam atas keterbukaan dan kehangatan menyambut program ini.
"Saya sangat berterima kasih kepada lembaga GPI Papua, khususnya Klasis Fakfak dan Klasis Hiren Kokah, yang telah menerima kehadiran kami dari YMP3 dengan penuh sukacita. Kiranya proses penerjemahan ini dapat menjadi sebuah hal yang baik bagi misi Kristus," ungkap Pdt. Riana.
Beliau juga menekankan bahwa kehadiran Alkitab dalam bahasa daerah diharapkan tidak sekadar menjadi dokumen tertulis semata, melainkan menjadi penuntun hidup yang aktif dan transformatif bagi jemaat yang ada Fakfak ini.
Sementara itu Wakil Ketua I yang hadir mewakili MPS GPI Papua sesuai dengan bidangnya, Pdt. R. Falirat, M.Th menegaskan betapa pentingnya kontekstualisasi budaya dalam gerak roda pelayanan gereja modern. Menurutnya, misi penginjilan tidak boleh dipisahkan dari akar budaya masyarakat setempat.
"Dalam misi dan penginjilan, syarat mutlaknya adalah gereja harus berjalan bersama kearifan lokal dan budaya-budaya dari setiap umat yang ada. Dengan kata lain, gereja harus mengangkat harkat dan martabat kearifan lokal sehingga misi itu dapat berjalan dengan baik," ujar Pdt. R. Falirat.
Ia menambahkan bahwa peran gereja sejatinya harus melampaui batas-batas dinding bangunan ibadah. "Sebab gereja hadir bukan hanya pada pemberitaan mimbar dan altar saja, tetapi nyata dalam sendi-sendi kehidupan umat baik dari segi sosial maupun budaya," pungkasnya.
Melalui lokakarya ini, diharapkan proses penerjemahan Alkitab bahasa Iha dapat berjalan lancar dan segera melahirkan sebuah karya teologis yang mumpuni serta mampu memperakar iman jemaat GPI Papua di tanah Papua terlebih Khusus di Kabupaten Fakfak negeri Mbaham Matta.
