
Keterangan Gambar : Foto di ambil saat Sambutan dan Diklat Hari Ke 2 Oleh Panitia dan Pdt Yenny Singale
Dalam upaya memperkuat kapasitas kelembagaan serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi generasi muda gereja, Sinode Gereja Protstan Indonesia di Papua resmi menyelenggarakan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) bagi Guru Sekolah Minggu se-GPI Papua. Kegiatan yang mengusung tema "Melayani dengan Hati, Mendidik dengan Firman, Membangun Generasi dalam Kristus" ini berlangsung di wilayah Klasis GPI Papua Jayapura mulai tanggal 28 Juni hingga 04 Juli 2026.
Kegiatan strategis ini diikuti oleh 111 Orang peserta yang terdiri dari utusan Guru Sekolah Minggu, pengurus Komisi Pelayanan Anak dan Remaja (PAR) tingkat Klasis dan Jemaat, serta perwakilan Pendeta dari berbagai Klasis di lingkup Pelayanan GPI Papua.
Ketua Panitia, Bapak Yonas Lewerissa, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral maupun material. Ia bersyukur bahwa berkat kerja sama yang solid, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar dan kebutuhan peserta dapat terakomodasi dengan baik selama masa diklat berlangsung.
Mewakili Majelis Pekerja Sinode (MPS) GPI Papua, Wakil Ketua I MPS GPI Papua, Pdt. R. Falirat, M.Th dalam sambutan menyampaikan "Anak-anak adalah generasi penerus gereja yang bertumbuh di tengah perubahan zaman. Karena itu, Guru Sekolah Minggu di lingkup GPI Papua tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi harus memiliki karakter dan sikap yang menjadi teladan nyata bagi pertumbuhan iman anak," ujar beliau.
Majelis Pekerja Sinode GPI Papua menyadari adanya keterbatasan metode ajar yang selama ini dihadapi para guru di lapangan, serta minimnya akses pembinaan berkelanjutan. Oleh karena itu, melalui diklat ini, Sinode GPI Papua berkomitmen untuk hadir mendampingi guru secara intensif sebagai wujud penguatan kapasitas kelembagaan.
Lebih lanjut, ditekankan bahwa untuk mencapai hasil yang maksimal, diperlukan kolaborasi yang harmonis mulai dari tingkat Sinode, Klasis, hingga Jemaat. Fokus utama dari program ini tidak hanya berhenti pada diklat saat ini saja. Sebagai bentuk keberlanjutan program untuk memastikan materi dan metode pelayanan yang tepat sasaran dapat terdistribusi luas, Beliau juga menegaskan bahwa Diklat saat ini agak berbeda karena memberlakukan sistem Training of Trainers (ToT) bagi para peserta. Dengan langkah ini, diharapkan para guru yang telah dilatih dapat menjadi pelatih bagi guru-guru lainnya di jemaat asal, sehingga pertumbuhan iman anak-anak GPI Papua dapat semakin kaya, berakar, dan bertumbuh dalam Kristus.
