GPI PAPUA DAN PELAYANAN
Gereja Protestan Indonesia di Papua, dalam penataan pelayanannya terus berupaya melaksanakan pengorganisasian kelembagaan dengan mengacu pada tema Sidang sinode GPI Papua tahun 2018 “RAPI TERSUSN DAN DIIKAT MENJADI SATU”. Untuk mencapai Gereja yang mandiri maka dituntut peran dan fungsi kelembagaan melaksanakan pendidikan bagi warga gereja dan perangkat Pelayan yang adalah sumberdaya manusia guna menyelenggarakan sistim bergereja yang dinamis, praksis dan professional.
Peran dan fungsi warga gereja sangat penting dan stategis dan menentukan kemajuan pelayanan bergereja, karena itu pendampingan, pembekalan, dan edukasi menjadi skala prioritas yang perlu dilakukan agar semua perangkat pelayanan dan warga gereja terlibat secara aktif menyelenggarakan dan menopang pelayanan bergereja untuk mencapai harapan bersama yaitu gereja yang missioner.
Melihat pada perkembangan ilmu pendidikan dan teknologi yang berkembang secara pesat di era digital ini, maka gereja sebagai institusi perlu melakukan penyesuaian agar sistim bergereja tidak mengalami ketertinggalan, sehingga perlu untuk melakukan kerja sama dengan pihak gereja lain yang sudah memiliki kemajuan dibidang gigital.
Sinode GPI Papua dalam pengorganisasian dibidang informasi dan teknologi maka telah dilakukan kerja sama dengan sinode GPM melalui Media Center GPM untuk membentuk dan membuka Website Media Center GPI Papua. Pelatihan ini sangat penting dan menentukan untuk membekali setiap perangkat pelayan untuk memberikan informasi, dan data yang baik sebagai pertanggungjawaban gereja bagi Tuhan.
Website Media Center GPI Papua adalah pencerminan sebuah gereja yang mau menata diri dan kelembagaan agar tidak mengalami ketertinggalan dizaman moderinisasi.
Penulis : Pdt. Rudi Falirat, S.Th Ketua Klasis GPI Papua Asmat
