Studi banding sambil belajar dari GMIT, dalam suasana santai namun serius terjadi antara lembaga GMIT (Gereja Masehi Injili di Timor) dengan Lembaga Gereja Protestan Indonesia di Papua, bertempat di Kantor Sinode GMIT, pada Jumat 15/11/19 .Pimpinan Sinode GMIT, yang diwakili oleh Wakil Sekretaris Umum, Pdt Ely Maplany. Dalam perjumpaan dimaksud, Badan Diakonia Gereja Masehi Injili di Timor (BD-GMIT), sebagai narasumber Ketua dan Sekretaris Badan serta staf BD-GMIT. Dalam perbincangan ini, diperoleh manfaat tambahan dan luasan pengetahuan serta pemahaman bagi peserta studi banding dimaksud yang sekaligus dapat dijadikan "rujukan" dalam hal memantapkan perbaikan pengelolaan dana pensiun dan kesejahteraan para pelayan dilembaga GPI Papua.
Cakupan bidang kerja BD GMIT tidak hanya soal dana semata , tapi juga bagaimana tanggungjawab pelayanan diakonia GMIT pada berbagai bidang layanan masyarakat, seperti rumah sakit, bencana, dll. GMIT dalam kerja-kerja sosialnya, telah membangun MOU dengan rumah-rumah sakit daerah dengan menempatkan para pendeta yang khusus melayani pastoral orang sakit, dll. Sebegitu juga dengan Kementerian Hukum dan HAM juga melibatkan pelayanan khusus di Lembaga Pemasyarakatan yang berfungsi sebagai tenaga pastoral.
Selain itu BD-GMIT juga memilik program bantuan diakonia bergulir bagi karyawan GMIT aktif, emeritus, majelis jemaat/klasis/sinode dan Badan Pembantu Pelayanan. Dilayangkan pula bantuan diakonia duka bagi keluarga pendeta dan karyawan non pendeta yang diangkat oleh Majelis Sinode GMIT. Keberadaan dan program BD GMIT telah diklarifikasi oleh OJK.
Dalam pembicaraan tersebut, pihak BD GMIT lalu memperkenalkan Pendidikan yg dikelola oleh Yayasan Usaha Pendidikan Kristen (YUPENKRIS). Dalam perjalanannya, YUPENKRIS dilikuidasi serta mengubah pendekatan sentralistik menjadi desentralisasi. Tiap daerah kabupaten dibangun Yayasan-yayasan tersendiri dengan nama Yayasan Pendidikan Kristen (YAPENKRIS) yang telah berkembang menjadi 13 Yapenkris. 13 Yapenkris dipayungi di bawah kordinasi Badan Pembantu Pelayanan GMIT. Dalam praktinya, dijelaskan juga bahwa ada kewajiban pendanaan dari dalam GMIT sendiri, berkisar 2% tiap APBJ tahunan. Melalui dana-dana tersebut kemudian digunakan untuk intervensi tiap sekolah Yapenkris.
Salah satu layanan dasar penting dalam pengembangannya Pusat Data Online Pendidikan Yapenkris-Yapenkris. Karena itu, seiring dengan berjalannya waktu, GMIT telah miliki grand design, tata kelola, dab road map pengembangan pendidikan Kristen. Salah satu rekomendasi implementatif adalah segera kami bangun kerjasama dengan Majelis Pendidikan Kristen di bawah PGI.
Sharing pengalaman pengelolaan pendidikan GMIT yang sangat bermanfaat dan inspiratif. Luar biasa. Terimakasih GMIT.
Penulis : Pdt. Dr. R. Helweldery, M.Si
Editor : Media Center GPI PAPUA

